Kurasi dan Pembacaan Karya

Sebagai seseorang yang akan berkecimpung dalam dunia pertunjukan, ilmu kurasi akan berperan penting untuk membantu proses pembuatan pameran. Kurasi adalah kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri. Benda-benda ini bermacam-macam, dapat berupa koleksi seni, fotografi, film, musik, bahkan acara. Seorang kurator akan menjadi penghubung antara karya dari seniman atau content creator dengan publik, audiens, kritikus, atau masyarakat pada umumnya. Kurator berperan dalam memberikan konteks dari isu yang ingin dipamerkan ke publik. Terdapat lima langkah dalam melakukan kurasi, yaitu, pembacaan karya,seleksi, kontekstualisasi, presentasi, dan diseminasi. 

Sumber: Bayu Genia

  1. Pembacaan Karya

Dalam melakukan pembacaan karya, kurator biasanya perlu melakukan kajian serta riset terlebih dahulu mengenai pameran yang ingin dibawa dan karya-karya yang akan ditampilkan. Kurator perlu tau intensi seniman dalam karya yang ia buat dengan cara mewawancara langsung atau melihat dari catatan pengkarya. Kurator juga perlu tau latar belakang serta konteks dari isu yang dibawa, bagaimana hubungannya dengan estetik, sosial politik, atau filosofis. Terakhir, kurator harus mampu menginterpretasi maksud dari karya yang dibawakan dan membentuk narasi karya.

  1. Seleksi

Pada langkah ini, kurator melakukan pengelompokkan tema dan medium karya. Selanjutnya dilakukan penilaian bagaimana kesesuaiannya dengan tema. Kurator juga perlu melihat apakah karya tersebut kuat dalam menyampaikan isu yang dibawa. Kualitas estetika juga menjadi pertimbangan dalam menilai karya. Selain dari sudut pandang karya, kurator juga perlu menilai seniman yang membuat karyanya, bagaimana latar belakang pendidikan dan pengalamannya, serta reputasi. 

  1. Kontekstualisasi

Kurator menentukan intensi atau simpulan yang ia telah pikirkan dari sekumpulan karya terpilih. Kurator perlu menjahit narasi dari kumpulan karya tersebut dan biasanya disajikan dalam bentuk teks pengantar kuratorial. Kurator dapat menyampaikan idenya dalam tahap ini.

  1. Presentasi 

Pada tahap ini, kurator berperan dalam menentukan denah ruang dan bagaimana tata letak karyanya. Hal ini berpengaruh pada flow pengunjung dan ketersampaian konteks karya. Selain itu, kurator perlu menjadi supervisi dalam eksekusinya seperti dalam konstruksi ruangan, lighting, sign system, teks dan informasi, serta instalasi karya.

  1. Diseminasi

Agar wacana yang dibawa dapat tersampaikan lebih baik ke public, kurator juga dapat membuat acara seperti diskusi, program publik, atau amplifikasi. Program publik ini dapat berupa tur kurator ataupun workshop. Amplifikasi dapat berupa konferensi pers dan bekerja sama dengan public relation.

Sumber: Bayu Genia

Salah satu tahap dari kurasi adalah melakukan pembacaan karya, seperti yang tadi telah disebutkan karya merupakan media komunikasi dari creator atau seniman kepada publik. Karya berperan sebagai medium yang memiliki simbolisme, metafora, serta analogi tertentu. Masing-masing pengkarya memiliki ciri khasnya dalam menyampaikan wacana yang dibawakan melalui simbolisme tertentu. Dalam melakukan pembacaan karya, kurator harus memperdalam berbagai macam ilmu terkait karya yang dibawakan. Kurator dapat melakukan riset dengan studi literatur atau wawancara langsung dengan pengkarya. Dalam memberikan konteks pun, kurator harus mempunyai dasar yang kuat dalam penyampaian wacananya karena pemberian konteks berbeda dengan pembacaan karya. Pemberian konteks erat kaitannya dengan ide mandiri kurator yang ingin disampaikan melalui karya-karya terpilih, sehingga eksekusi tanpa riset dapat mengurangi ketersampaian ide tersebut.

Ditulis oleh Melodius Z (Kru 2018)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *