Review Bandung Photography Month

 

Pada bulan Oktober 2021, kegiatan ekshibisi karya di kota Bandung sudah mulai diadakan secara fisik. Salah satunya adalah ajang Bandung Photography Month. Bandung Photography Month adalah keriaan dalam fotografi yang dikemas dalam bentuk festival fotografi yang berlangsung satu bulan. Festival fotografi tahunan ini merupakan persembahan dari insan fotografi bandung untuk fotografi Indonesia. Bandung Photography Month kali ini terbilang cukup unik dengan pemilihan tempatnya karena berada di dalam Pasar Antik Cikapundung (pada tahun-tahun sebelumnya bandung photography month diadakan di luar ruangan atau di suatu galeri). Penyajian karya pada pameran ini turut dibagi menjadi 2 Ruang utama, ruang domestik dan tematik.

Ruang domestik terletak di penjuru lantai 3 pasar antik Cikapundung, dimana saat aku keluar dari lift, saya langsung disambut oleh penunjuk jalan yang terbuat dari sticker. Penunjuk jalan tersebut memandu pengunjung untuk mengikuti alur pameran. Tema domestik yang ditampilkan menarik karena dia memanfaatkan furniture-furniture yang ada di pasar antik tanpa merubah tata letaknya sama sekali dan menciptakan suasana domestik yang lebih kental. Karya fotografi yang disajikan disini merupakan karya orang biasa yang mengambil dan menggunakan foto bukan untuk tujuan professional. 

 

Penempatan karya disesuaikan konteks masing-masing foto. Beberapa karya ada yang diletakkan di dalam lemari karena sesuai dengan cerita yang ingin disampaikan oleh karya itu, dan dengan pencahayaan dari lampu yang ditaruh di dalam lemari, sebenarnya bisa menjadikan karya ini menonjol dan indah. Namun, mengingat fungsi dasar pasar ini bukanlah sebagai tempat pameran, aku rasa akan banyak orang yang tidak sadar kalau di dalam beberapa lemari tertentu terdapat karya, sehingga kemungkinan besar bisa terlewatkan. Bahkan, ada lorong yang hanya sangat sempit sampai kalau lewat harus memiringkan badan. Nah, walaupun sedikit membingungkan dan sesak tapi justru itu menjadi daya tarik bandung photography month tahun ini. Kehadiran guide atau staff pameran juga sangat membantu pengunjung dalam berkeliling dan mendapatkan pengalaman ke pameran secara utuh. 

Selain itu, berapa karya diberikan pencahayaan khusus lewat lampu meja atau lampu tempel tapi beberapa karya memerlukan flash dari hp pengunjung. Menurutku, mungkin bisa saja menambah pencahayaan tanpa merusak pensuasanaan instalasinya. Kembali lagi, pada dasarnya pasar antik ini memang kekurangan natural light dan cahaya lampu yang ada juga remang-remang.

Selain ruang domestik, ajang Bandung Photography Month ini ada juga yang menghadirkan ruang tematik yang berganti setiap minggu. Pada ruang tematik ini ditampilkan karya-karya hasil proyek fotografi, buku foto, dan instalasi fotografi yang dihasilkan lewat submisi proyek dan karya fotografi profesional. Bagian terletak di sekitar lorong menuju kantin ditambah dengan salah satu gerai yang dikhususkan untuk menampung ruang instalasi karya khusus. Pada keseluruhan bagian ini, tidak ada alur khusus seperti pada bagian tema domestik sebelumnya. Bila dibandingkan dengan ruang domestik, ruang tematik ini lebih memudahkan pengunjung dalam menjangkau seluruh karya karena tempatnya yang relatif lebih terbuka dan mendapat pencahayaan alami. Berbeda dengan ruang domestik yang menggunakan furniture-furniture asli dari pasar, bagian ini tampak lebih “baru” karena karya-karya pada bagian ini diletakkan pada partisi buatan yang khusus dirancang untuk pameran ini. Saya juga menemukan banyak buku foto di ruang tematik ini, mulai dari karya professional hingga karya dengan tujuan tugas akhir. Akan tetapi dikarenakan jumlah tempat duduk yang terbatas, saya merasa kurang nyaman untuk dapat menikmati karya buku foto yang dipamerkan.

Secara keseluruhan, pameran Bandung Photography Month tahun ini memilih tempat yang unik untuk sebuah pameran foto. Terlebih tema domestik yang cocok dengan keadaan tempat membuat suasana yang dirasakan oleh pengunjung terkait dengan tema domestik tersebut semakin kental. Karya-karya yang disajikan di kedua ruang, domestik maupun tematik, sama sama menarik dan memiliki ciri khas masing-masing. Karya dalam ruang tematik yang berganti setiap minggu membuat pameran ini dinamis sehingga menyuguhkan karya-karya segar yang dapat dinikmati oleh pengunjung yang datang kembali. Selain itu, pemilihan tempat yang berada di sebuah pasar membuat pameran ini lebih berasa down-to-earth dibandingkan dengan pameran pada umumnya. Hal tersebut menjadi kelebihan namun juga dapat menjadi sebuah kekurangan dari pameran ini karena kesan “remang-remang” dan sederhana yang ditimbulkan. Meskipun demikian, Bandung Photography Month kali ini memberikan pengalaman baru dalam sebuah pameran foto dan tetap menghasilkan citra yang berkesan.

Review by Khansa Maharani

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *