Bincang Ria!: Strategi Pemasaran Pameran Online

Menanggapi situasi dunia yang mengharuskan semua orang menerapkan social distancing, telah hadir beragam pameran yang dilakukan secara online. Sama halnya dalam pameran secara offline, dibutuhkan strategi yang tepat agar tujuan dari ekshibisi yang dilakukan dapat tersampaikan. Bincang Ria kali ini mengupas tentang hal tersebut bersama Bagas Mahardika dari Pameran TPB FSRD ITB 2019 “Bula Fabula” dan Nadhif Adristia dari Pameran Tugas Akhir IMA-G ITB “Epilogue”. 

BULA FABULA

Bula Fabula merupakan pameran yang diadakan oleh TPB FRD ITB angkatan 2019. Pameran ini menggarap konsep game based untuk pamerannya. Pengunjung akan diminta untuk menemukan jalur menuju pameran per program studi yang ada pada FSRD ITB beserta mahasiswa 2019 yang menjadi bagian dari prodi tersebut melalui fitur yang tersedia pada instagram seperti tagging dan hashtag yang berada di akun Bula Fabula.  Berikut merupakan strategi serta tips and trick yang diberikan oleh Bagas Mahardika selaku ketua pelaksanadari Bula Fabula

  • Visual and Concept
  1. Search for something unique, never seen before.
  2. Look for a BUNCH of references for your works.
  3. If you feel like improving something that already existed, try on what makes it new!
  4. Appealing Color Palette is a must!
  5. Have a visual guide!  

 

  • Pre-event, event
  1. Make a flow on each event or day(s). So you can decide whether the event should require mass engagement or not.
  2. Make people question your project (Propaganda).
  3. Build a hype towards your brand/exhibition/event.
  4. Always upload/post something on High Traffic Hours

  

  • Publication and relation 
  1. Search for relevant Media/Partners to build engagement and discoveries.
  2. If possible, make a collaboration with Influencers/relevant institutions as a Pre-Event or Post-Event.
  3. Create an Interactive Publications (Make people want to share your events too)
  4. Propaganda can really be a boost for early game if you can make it interesting.  

“Jadikan Key Performance Indicator (KPI) sebagai salah satu acuan dalam mencapai target audience acara yang akan dilaksanakan. Jika targetnya adalah kisaran umur sekian, kira-kira desain apa yang cocok untuk memikat mereka?

Berikan sesuatu yang menarik perhatian dan membuat para pengunjung memutuskan untuk mengikuti akun acara tersebut, dan selalu berikan konten berkelanjutan yang menarik namun juga relevan.”

EPILOGUE  

Epilogue merupakan Pameran Tugas Akhir Program Studi Arsitektur ITB oleh IMA-Gunadharma. Epilogue biasanya diadakan di Galeri Arsitektur secara fisik dan 3 kali dalam setahun yaitu April, Juli, dan Oktober. Namun, dikarenakan adanya pandemi, Epilogue kali ini diadakan secara online.

Epilogue kali ini menggarap tema fase/siklus. Fase/siklus merupakan bagian penting dalam hal arsitektur. Sebuah proses desain tidaklah lepas dari suatu pengembangan ide/konsep/tema yang kemudian hari akan membuahkan suatu hasil akhir, lalu kembali lagi ke titik awal. Lantas, menjadi sebuah siklus.

Konsep ini dinilai mampu membawa nilai PAMTA (Pameran Tugas Akhir) dalam hal proses pengembangan suatu ide, yang kemudian dapat menjadi inspirasi bagi audiens. Nilai yang ingin diangkat pada pameran ini ialah proses, pengembangan, interaktif, inspiratif, serta eksploratif.

  • Desain Pameran
  1. Menuangkan pengalaman tiga dimensi ke ranah dua dimensi
  2. Desain yang efektif dan efisien dalam menyampaikan seluruh informasi
  3. Appealing untuk semua kalangan:

a. Interface user-friendly

b. Penambahan grafis visualisasi

c. Estetika

4. Membentuk identitas akan pameran itu sendiri/ BRANDING

 

  • Strategi Marketing

1.Publikasi Rutin:

a. Mengunggah minimal 1 post & snapgram setiap hari saat sudah H-10 ekshibisi

b. Mengunggah minimal 1 post setiap hari setelah ekshibisi dimulai

a. Pra-ekshibisi:

Membuat cuplikan konten, membiasakan pengunjung dengan interface, membuat countdown

b. Ekshibisi Utama:

Mempublikasikan konten-konten utama, mengevaluasi potensi konten untuk dieksplorasi, me-maintain momentum

c. Penutup Acara:

Membuat pengunjung kembali ke ekshibisi, menambahkan konten eksploratif, mengadakan acara dengan media partner

3. Kerja sama media partner tepat sasaran

4. Audience engagement

5. Peer-to-peer marketing 

6. PUBLIKASI -> gimmick

a. Filter instagram

b. Konten komedik

c. Playlist musik

d. Cuplikan/ Sneak Peek

e. Challenges

f. Twibbon

Ditulis oleh: Kirana Pavita

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *