JALAN!

Mumpung masih hari ini (26/3/2017), gue ingin berbagi sedikit cerita tentang jalan-jalan dadakan ke tempat “anak malem” bersama Econg, Putik, Thania, Daniel, Obe, Raga, dan Farraz.

Dari beberapa hari sebelumnya, gue, Raga, Obe, dan Farraz memang sudah berencana untuk jalan-jalan malam, tanpa tujuan. Walaupun entah nantinya ke mana, yang penting ngumpul di LFM jam 10 malam, berangkat, berangkat, berangkat, mulih. Tok.

Selasar lagi sepi-sepinya, dan memang kebetulan mahasiswa sedang memaksakan untuk long weekend karena Selasa besok Nyepi, Senin hari kejepit. Kru pun banyak yang pulang ke daerahnya masing-masing. Raga, yang sudah sampai sebelum gue, lagi asik-asiknya ngeluarin roll film yang ketelen bareng Obe. Sambil nontonin YouTube, lari-balik-lari ngebasahin air ke roll film bekas yang ada dan mencoba untuk ngeluarin film yang ketelen. Sampai hampir frustasi, Raga berpikiran untuk balik ke kosan dan ambil roll film baru yang dia punya. Tapi, tiba-tiba Raga jadi mahir dan BOOM! si lidah film berhasil menjulur dari mulutnya.

Tiba-tiba muncul beberapa kruba dan mereka masuk ke Ruang Santai, mereka adalah Echa dan Thania. Selintas, kepikiran untuk ngajak mereka ikut jalan-jalan bareng. Dan dengan semangat yang menggebu-gebu, mereka mengiyakan walau tanpa perbekalan, yang penting JALAN! Pas keluar, ada Daniel. Karena Daniel anaknya easy going, jadi dia pun cus bareng. Di parkiran, muncul Putik. Karena Putik juga easy going, jadi dia pun cus bareng.

Tujuan jalan-jalan kali ini diinisiasi oleh Farraz yang nyeletuk mau nonton dangdutan di Kiaracondong. Kami bersemangat sampai nyari-nyari rute angkot dari Dago ke Kiaracondong, dan jadi berangkat naik mobil supaya mobilisasinya lebih gampang kalau kondisi nggak sesuai ekspektasi (alasan). Sedeketnya di Kircon, tujuan utama ini pupus karena Farraz — yang sudah sampai duluan — ngeliat Kiaracondong yang kosong melompong. Jadi… Berencana untuk pindah ke Supratman, nonton drift (yang sebenernya gak menentu).

Jalan. Sampai. Ternyata lagi ada razia polisi depan Masjid Pusdai. Mangkat lagi, sampai akhirnya memutuskan, kita JALAN! ke Pasar Ciroyom. Sampai di sana, banyak aktivitas untuk nyambut masyarakat yang akan nyerbu pasar pagi harinya. Secara nggak sadar, sudah ganti hari. Masuk ke Pasar, tawaf satu keliling bersama ikan, ayam, sapi, dan berbagai macam binatang lain, hingga pergi ke rooftop (karena penasaran sama barudak punk yang lagi ‘nongkrong’ di atas gedung tersebut).

Mata pun tertuju ke sate Padang Pariaman di pinggiran pasar. Pas diserbu, ternyata sisa dua porsi. “Gimana kalau Sigli?”. Pergilah kita semua ke Sigli dan menemukan tiga kru malam, Sayid, Ghifari ‘the Dollar Sign’ Juliendra, dan Apip. Lalu, Makan, kenyang, mulih, pulas.

Oh iya, ini beberapa hasil foto jalan-jalan sama berbagai macam binatang di dalam pasar.

IMG_6467.JPGIMG_6468.JPGIMG_6469.JPGIMG_6470.JPGIMG_6471.JPG

Salam, JALAN!
Yasser Apriliano

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *