MYSTIQUE: Product Photography for Social Media Content

oleh Gabriella Mayang Larasati

Beberapa waktu lalu, saya bersama Ayas, Akhtan, dan Ario berkesempatan untuk mengikuti workshop Product Photography for Social Media Content dalam acara Tokopedia Makerfest di Bandung. Pemateri workshop adalah Danny AW seorang owner dari @kamistudio_id sebuah visual media agency. Workshop singkat berdurasi kurang lebih 20 menit ini dibuka dengan pemaparan materi yang terbagi mengenai manajemen konten media social, dan fotografi produk secara teknis.

Fotografi sejatinya adalah media visual yang berbahasa. Nah, dalam workshop product photography ini, bahasa inilah yang kemudian ditranslasikan oleh fotografer dalam wujud ‘brand image’ produk itu sendiri. Sebelum masuk ke teknis memotret, pertama-tama yang harus dipahami adalah seperti apa karakteristik produk sehingga nantinya sesuai dengan konsep, konten, dan konteks  foto yang direncanakan. Pemahaman ini diperlukan karena fotografi produk merupakan staged photography dimana setiap aspek dan detailnya direncanakan terlebih dahulu atau di set up sedemikian rupa oleh fotografer.

Materi

Mas Danny menekankan ada tiga hal penting yang harus dipahami fotografer sebelum akhirnya berkutat dalam teknis fotografinya. Ketiga hal itu adalah identity + market + media!

  1. Identity

Idendity disini maksudnya adalah brand identity. Mulai dari identitas filosofis, tujuan dan maksud dari brand itu, fungsi, kegunaan, kelebihan dan detail produk, serta brand community.

  1. Market

Fotografer harus memahami target market produk yang dapat dianalisis antara lain dari usia, lokasi, perilaku, kelas konsumen. Namun yang perlu diingat secara keilmuan marketing atau disiplin keilmuan lain yang serumpun, masih banyak lagi pertimbangan-pertimbangan dalam menganalisis target market itu sendiri ya kruu.

  1. Media

Dengan memahami bagaimana sebuah platform media social bekerja, maka kita dapat memanfaatkan tools-tools yang tersedia agar semakin dapat memaksimalkan brand image yang dibangun.

Saya personal menikmati sesi ini karena benar-benar mendapat hal-hal baru non teknis yang mungkin hanya bisa saya dapatkan secara formal di kampus jika saya menjadi mahasiswa SBM ITB hehehe.

Setelah memahami identity x market x media, saatnya eksekusi memotret. . Tentu hal paling mendasar adalah fotografer harus memahami segitiga exposure. Mas Denny tidak menjelaskan secara detail mengenai step by step bagaimana pengambilan foto produk, namun ia lebih memberikan tips mengenai hal – hal yang harus diperhatikan dan dapat mendukung kekuatan brand image serta keselarasan visual foto dengan brand identity dan target market.

Apapun tools memotret yang digunakan walaupun hanya menggunakan kamera handphone, elemen pencahayan (lighting) adalah hal yang esensial. Baik memotret indoor di studio foto maupun di outdoor, fotografer harus memahami teknis dasar lighting seperti arah dating cahaya dan efeknya, jenis-jenis sumber cahaya, tools – tools berguna dalam lighting, pemilihan background foto, dan banyak lagi.

Tips selanjutnya yaitu memainkan komposisi peletakkan produk. Perhatikan ukuran, bentuk, dan warna produk. Misalkan, jangan sampai produk yang ukurannya lebih kecil diletakkan dibelakang produk yang ukurannya lebih besar karena hal ini membuat produk yang ukurannya lebih terkecil terlihat terisolasi oleh dominansi produk yang ukurannya lebih besar. Untuk produk yang warnanya lebih gelap diletakkan lebih dekat ke sumber cahaya agar warnanya lebih ‘pop up’. Warna yang lebih lembut diletakkan agak menjauhi sumber cahaya.

Nah, jangan lupa sesuaikan angle kamera dengan komposisi peletakkan produk dan lighting. Mengutip dari Mas Denny, pilihan angle pengambilan foto yaitu 00, 450, dan 900. Fotografer juga dapat mengarahkan model dalam berpose. Terakhir Mas Denny memberikan tips agar mematangkan konsep sematang-matangnya terlebih dahulu sebelum eksekusi. Agar mendapatkan visual 90% seperti yang sudah direncanakan, baru sisanya untuk porsi editing. Karena terkadang terdapat mindset ‘ah nanti fotonya juga bisa diedit’ yang justru jika tidak disikapi dengan bijak akan menjadi dua sisi mata pisau yang membahayakan.

Eksekusi

Agar lebih terbayang, Mas Denny langsung melakukan praktik memotret produk. Produk yang difoto saat itu adalah jam tangan dari salah satu tenant di Makerfest.  Studi kasusnya adalah jam tangan ini adalah jam tangan dari material kayu dan tali kulit. Jam tangan ini merupakan produk unisex yang bisa dipakai oleh laki-laki maupun perempuan dan dapat dipakai dalam daily life. Mas Denny meminta seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk menjadi model. Konsep yang dibawa oleh Mas Denny adalah switch mindset dari yang biasa. Wah bagimana maksudnya?

Warna gelap dan bold identic dengan laki – laki sedangkan warna yang lebih soft identik dengan perempuan. Mas Denny kemudian mengenakan jam tangan berwarna hitam untuk model perempuan dan jam tangan berwarna krem untuk laki – laki. Lalu agar lebih menunjukkan kegunaan produk yang bisa dipakai dalam keseharian, Mas Denny mengarahkan kedua model untuk duduk berhadapan. Properti yang digunakan adalah meja, handphone, laptop, buku, segelas kopi, dan dompet. Model laki-laki diarahkan untuk memegang gelas kopi sedangkan model perempuan diarahkan untuk berpose mengetik sesuatu di handphonenya. Set up seperti ini bertujuan untuk menampilkan visual kegiatan sehari – hari.

Bagi saya workshop ini semata-mata tidak hanya berkutat dalam teknis fotografi saja. Ada beberapa disiplin keilmuan yang ternyata turut andil dalam membentuk brand image dalam fotografi produk. Dan karena fotografi produk merupakan staged photography, proses kreatif dalam menggodok konsep visual foto lah yang menurut saya paling menantang karena harus sedapat mungkin  mampu mentranslasikan brand identity dan target market sebagai bentuk komunikasi kepada calon pembeli.

 

Walaupun tulisan ini adalah hasil sintesis dari workshop yang berdurasi cukup singkat, semoga pembaca tetap bisa mendapatkan ilmu – ilmu baru yang bermanfaat! Terutama untuk pembaca yang mungkin sedang merintis bisnis atau yang memiliki ketertarikan pada ranah fotografi produk.

s__10813487

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *