Sukacita! : Al-Safar

Sukacita yang bertajuk “Al-Safar” merupakan pameran yang dibuat oleh salah satu kru LFM ITB yaitu Muhammad Rafdi Fayyadh (Kru 2017). Pameran ini baru saja rilis pada tanggal 14 Maret 2021 dan memiliki keistimewaan yaitu, dibuka hingga waktu yang tidak ditentukan  sehingga pengunjung dapat sesuka hati untuk mengunjungi kapan saja. Platform yang digunakan untuk pameran ini adalah dengan menggunakan laman http://alsafar.xyz

Sesuai dengan namanya, Al-Safar mengangkat tema tentang pemandangan-pemandangan yang berada pada negeri Saudi Arabia. Meskipun Arab terkenal dengan keindahan gurun, pasir, dan juga terik mataharinya, Fayyadh mencoba untuk menunjukan apa yang ada negeri tersebut lewat visual dari tangkapan kamera handphone miliknya. Uniknya selain hanya menggunakan kamera handphone dalam pengambilan gambar, foto-foto yang dipamerkan ditangkap ketika sang fotografer menaiki kendaraan yang sedang bergerak.

Pendekatan dalam pameran karya yang ada pada Al-Safar, sifatnya lebih personal bagaikan suatu “travel log” seorang turis. Meskipun sekuens karya yang ditampilkan tidak sesuai dengan urutan waktu dimana sang fotografer mengambilnya, dari sudut pandang dapat dirasakan bahwa foto-foto tersebut diurutkan dengan harmonis. Beragam lansekap yang didapatkan menggambarkan komposisi bangunan; infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan lainnya; papan iklan; gambaran lalu lintas yang melukiskan warna-warni kehidupan di Arab.

Dalam website-nya, pameran ini juga dilengkapi indeks yang  dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu ketika fotografer berada dalam perjalan di Kota Mekah, Madinah ,dan Riyadh. Masing-masing sekuens menunjukan keunikan dan karakteristik dari kota tersebut. Mekah yang kental dengan suasana ibadahnya, Kota Madinah yang memiliki atmosfer elegan, dan terakhir adalah bagian Riyadh yang bernuansa modern seperti layaknya kota-kota besar di negara lain. 

Layout yang telah disusun dikemas dengan gaya minimalis. Background berwarna putih, meletakkan karya foto dengan beberapa transisi, dan narasi yang ditulis dengan bahasa Arab gundul. Tulisan ini sendiri dapat dijadikan sebagi tempat interaksi pengunjung dengan pameran karena dilengkapi terjemahan dalam bahasa Inggris. Dengan membungkus laman dengan gaya yang minimalis, pengunjung diharapkan dapat fokus pada focal point dari pameran ini, apalagi kalau bukan travel log berupa karya foto  yang sebelum-sebelumnya telah dijelaskan. Secara keseluruhan Al-Safar dirangkai dengan rapi dan cukup baik. Terdapat kesan personal yang ditampilkan lewat karya-karya yang disajikan, begitu pula dengan narasi yang ditulis. 

Ditulis oleh Dyah R (Kru 18)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *