Workshop Kecil Membuat Music Video

how to make music video
Rhea Laras & M. Kahfi
Malam itu kami (rhea&kahfi), Katrin, Denijoh, Fasya, Damar, Cipleu, Maudy, Dody, dan kak Farraz ke sebuah workshop di Rumah Kedua (yaak, nama tempatnya emang begitu… unik kan!) Sebagian dari kami pergi ke lokasi menggunakan taxi online dengan sedikit dempet-dempetan (namanya juga mahasiswa guys). Setelah sampai di lokasi, ternyata biaya yang dibayarkan cuma DUA RIBU RUPIAH! Waww sangat menjaga populasi yang berada di dalam dompet mahasiswa.
Ini adalah pertama kalinya saya ke tempat ini, didalamnya terdapat beberapa stand makanan dan toko-toko yang menjual produk-produk lokal. Waktu pun menunjukkan sekitar pukul 7 lewat, dan acara pun dimulai dengan penampilan band lokal Bandung. Sebenarnya acara utama pada hari itu adalah pemutaran perdana Music Video yang berjudul “MJBU” (Matahari Jingga di Bandung Utara) yang di produksi oleh PETIK Production yang pemiliknya adalah KRU LFM 2009 guys! Keren!!! Workshop pun dibawakan oleh beberapa narasumber yang juga merupakan bagian dari pembuatan music video ini.
Pertama-tama dibawakan workshop tentang “How to Make Music Video”.
Dijelaskan tentang pembukaan sebuah music video yang biasanya diawali dengan minor(jadi kadang kalo nada minor itu biasa bawaannya sedih, tapi ga semua nada minor itu sedih). Lirik yang dibuat dibedah lebih dalam agar muncul interpretasi.
Kemudian dijelaskan bahwa pada Music video itu ada beberapa jenis, yaitu :
1. Visualy attractive : gerak gestur, cinematography, warna penyutadraan
2. Suitable tempo : disesuaikan dengan lagu, bisa dari tempo tapi sebenarnya kalo ga pas gapapa, bisa dimainkan di editing
3. Artistique : tiap apa yang ada didalam frame harus bisa dipertanggungjawabkan; lokasi, property, make up, kostum, dll
4. Storytelling : menuturkan cerita yang ingin disampaikan melalui music video
Yg paling penting  RASA agar muncul ide-ide baru, sehingga rasa tersebut harus bisa diolah.
Selain itu, ada lagi Pembagian jenis mv:
1. Live performance: Intinya ada orang yang main musik di depan kamera
2. Fiction : ada cerita yang dibuat (tidak nyata)
3. Non fiction : beragam, penuturan cerita yang sebenarnya (tidak dibuat-buat) cth; tarian, live painting, dll
4. Montage : gabungan shot yang dikemas dan dimainkan dalam editing, jadi awalnya kita belum ada cerita, pas editing baru ceritanya dibuat.cth: timelapse
5. Animation : ada pengulangan dan gambarnya dilebih-lebihkan. Cth : stop motion
MV ITINERARY :
1. Concept
Konsep yang kuat akan menghasilkan music video yang memiliki makna disetiap shotnya. Jadi di konsep ini harus dipikirin matang-matang dulu baru bisa ke tahap-tahap selanjutnya karena dari konsep ini bakalan diturunkan menjadi sebuah cerita.
2. Scenario
Di skenario itu terdiri dari ide, storyline, pembabakan. Jadi di dalam pembuatan skenario, harus memiliki ide yang bagus dulu, lalu mulai dibikin storyline dan dibabak hingga matang. Storyline disini berisi cerita yang ingin disampaikan dari isi lagu yang dibuat.
3. Storyboard
Sama halnya dengan membuat film, storyboard juga dibutuhkan dalam pemuatan music video. Storyboard memuat shot-shot yang diperlukan selama shooting, beserta keterangan dan pergerakan kamera.
4. Editing
Didalam editing, ada konsep, metoda, dan gaya editing. Konsep-konsep yang sudah sibuat diterapkan juga disini. Dari input-input yang sudah ada dihasilkan output melalaui editing.
5. exhibition
Disini adalah tahap dimana kita promosi hasil music videonya, bisa dari screening, new media, televisi, dan bisa juga langsung ke publik. Perkuat juga dengan BRANDING, penting banget nih, bisa dari promotion gimmick, content continuity, dan product placement.
Kira-kira demikian inti sari dari workshop yang saya dan teman-teman saya ikuti, saya senang bisa berpartisipasi dan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, semoga tulisan ini bisa berguna juga bagi yang mau mencoba membuat music video. Sabi bangettttt, lesgo!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *