DUWOW : Kolaborasi di Tengah Pandemi

Pandemi tidak menghambat komunitas seni untuk melakukan kolaborasi. Hal ini dibuktikan dengan terciptanya kolaborasi antara dua kelompok seni. Pameran seni rupa “DuWow” digelar pada tanggal 1-25 Agustus 2020 di Jogja Gallery, Yogyakarta. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara dua kelompok seni “Tenggara” dan “Liquid Color”. Pameran yang dilaksanakan saat new normal ini juga turut menandai Jogja Bergerak Kembali dengan bentuk kegiatan seni rupa. 

Pada pelaksanaan yang berlangsung saat pandemi ini, lokasi yang luas dan penggunaan partisi yang minim membuat terciptanya ruang yang cukup luas sehingga mendukung menerapkan social distancing. Hal ini juga membuat pameran hanya memiliki 1 alur sehingga meminimalisir pengunjung untuk melewatkan suatu karya. Alur dan panduan informasi  diinfokan melalui sosial media @jogja_gallery ini sangat membantu untuk mengetahui kondisi di venue. Ditambah, adanya batas maksimum jumlah orang per sesi yang ditentukan panitia membuat pameran ini nyaman untuk dikunjungi. 

Instagram : @jogja_gallery

Pameran “DuWOW”  mencoba mempertemukan dan menyorot perkembangan, kecenderungan, dan karakter kedua komunitas dalam persilangan representasi kontekstual. Melalui karya-karya yang dipamerkan, kolaborasi ini mencoba untuk menunjukkan persilangan antara berbagai konteks masalah dan manifestasi nilai-nilai estetika. Karya-karya yang disajikan berupa karya lukis dan karya instalasi. Banyak dari karya yang dipamerkan menggunakan media akrilik dalam kanvas. Tidak hanya karya lukisan, tetapi juga terdapat instalasi-instalasi yang tersebar di beberapa titik. Beberapa instalasi diletakkan sesuai dengan alur yang tersedia, namun terdapat beberapa yang diletakkan di tengah ruangan. Baiknya, instalasi diletakkan sesuai dengan alur sehingga pengunjung dapat menikmati semua karya tanpa terlewat.

Seperti salah satu karya instalasi oleh Luddy Astaghis dengan judul “Sangkar Biru.” Karya ini menggambarkan representasi boneka yang berada dalam lampion merefleksikan kondisi manusia di tengah pandemi yang terkurung di suatu tempat. Karya dengan media plastik, mika, kertas, lakban, dan cat ini merupakan salah satu bentuk keresahan masyarakat yang diramu menjadi suatu karya.

Ia juga membuat karya dengan judul “Kita Ikuti Alurnya”, karya dengan media akrilik diatas papan ini memberikan pesan-pesan untuk kita yang sedang ditempa pandemi dengan permainan warna yang diciptakan. 

Tidak hanya keresahan akan pandemi, beberapa karya juga ‘berbicara’ mengenai keresahan sosial yang terjadi, salah satunya adalah keresahan terhadap media sosial. Karya “Panen Hari Ini” oleh Saftari menjadi salah satu contohnya. Karya ini merupakan suara atas keresahan mengenai kebebasan berbicara di media sosial yang semakin memprihatinkan.

Melalui karya yang dipamerkan, para penikmat seni dan pengunjung dapat merasakan dan melihat suatu keresahan-keresahan seniman mengenai permasalahan sosial dari sudut pandang dan simbol yang berbeda. Bagi saya, mengunjungi pameran merupakan salah satu hal yang menarik dan menenangkan. Menarik karena dibuat penasaran akan pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah karya. Menenangkan karena estetika yang diciptakan dapat memanjakan mata dengan santun.

Penulis : Shintia Nurulita H A

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *