Review Pertunjukan : Stories In Light

Stories In Light?

Di zaman yang sudah canggih ini, teknologi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia salah satunya untuk mengedukasi. Pengetahuan bisa didapatkan dimana dan darimana saya selama ada akses internet. . Selain itu, orang-orang semakin sering untuk mengeksplorasi berbagai macam hal yang tidak bisa diwujudkan secara nyata ke dalam bentuk online. Salah satunya adalah Pameran Stories in Light. Di pameran ini, kita akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan mengenai fotografi secara daring.

 

Pameran Stories in Light: Four Modern Photographers in Singapore diselenggarakan oleh National Gallery Singapore pada bulan September 2021 melalui laman website https://storiesinlight.nationalgallery.sg/. Selain memamerkan beberapa karya foto dari empat fotografer Singapura, National Gallery Singapore ingin kita dapat melihat perkembangan Singapura dari sisi fotografi.

 

Saat mengakses pameran tersebut, Anda akan disuguhi sebuah visual dari ruangan pameran dan juga audio berbahasa Inggris dari seorang wanita yang berperan sebagai tour guidenya. Hal pertama yang saya pikirkan adalah pameran ini sederhana, alias tidak banyak interaksi yang ada untuk pengunjungnya. Namun, konsep sederhana ini menurut saya adalah poin plus dari pameran Stories in Light karena menjadi terfokus untuk menyampaikan tujuan dari pameran tersebut dibantu dengan audio yang ada. Sederhana namun tidak melupakan detail-detail yang ada, seperti memainkan bayangan dan cahaya dari berbagai sudut untuk menambah kesan realistis. Selain itu, perpaduan warna yang ada pada pameran tersebut juga tidak membosankan walaupun hanya menggunakan beberapa warna saja. Penyelenggara juga membuat seakan-akan kita berada di ruangan pameran tersebut dengan mengatur jarak pandang pengunjung terhadap karya-karyanya.

Pengunjung dapat mendekat apabila ingin melihat karya yang membuatnya tertarik layaknya berada pada pameran yang nyata/offline. Dari segi UI/UX, pameran ini menerapkan salah satu prinsip UI/UX, yaitu tidak membiarkan fitur audio ter-play secara otomatis. Pengunjung dapat leluasa untuk menyalakan atau mematikan fitur tersebut sehingga memberikan kenyamanan tersendiri. Susunan fotografer dan karyanya pun disusun sedemikian rupa agar pengunjung memahami perkembangan dari fotografi serta pemandangan maupun suasana Singapura dari waktu ke waktu.

Namun, ada yang sedikit mengganggu saya selama mengunjungi pameran Stories in Light ini. Pada bagian catatan kuratorial, Anda akan merasakan bagian tersebut zoom-in dan zoom-out secara perlahan. Mungkin hal ini minor bagi sebagian orang, akan tetapi fokus untuk memahami kalimat menjadi hilang dan seakan-akan mengalami motion sickness.

 

Menurut saya, pameran Stories in Light: Four Modern Photographers in Singapore sangat mengedukasi pengunjungnya dari segi proses berkarya fotografi dengan memanfaatkan objek yang ada di sekitar maupun teknik yang digunakan oleh keempat fotografer pada pameran tersebut. Selain itu, tujuan dari pameran ini tersampaikan dengan jelas karena dieksekusi dengan rapih dan terstruktur. Pameran Stories in Light: Four Modern Photographers in Singapore menjadi salah satu pameran yang sangat sayang untuk dilewatkan selama masa pandemi ini versi saya. 👍

 

-Rifasya Ayuna (Kru’19)

 

1 thought on “Review Pertunjukan : Stories In Light”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *