Sinapsis

Rasa penasaran yang semakin tergugah untuk mulai menikmati karya seni. Karya yang membuat terus berpikir dan mendalami setiap keresahan yang selama ini dirasakan namun tak dapat diungkapkan.

Pameran “SINAPSIS” adalah pameran virtual karya empat seniman yaitu Reza Amalia,Zaizafun Alya G., Andina F. Zahra dan Gevanny F. Putri , dengan medium karya berupa seni instalasi yang interaktif, dan performatif. Keempat seniman ini menuangkan perasaan suntuk atas keadaan dirinya dan keadaan sekitar melalui pameran ini. Para seniman membahas relasi antara individu dan elemen-elemen sosial seperti literatur, media, percakapan sehari-hari, pikiran yang biasanya tidak terungkapkan, dan kejenuhan yang termanifestasi karena keadaan itu sendiri. Di pameran ini pengunjung dibuat untuk berpikir , mengungkap dan bertanya-tanya serta dapat ikut berpartisipasi dalam karya-karya yang dipamerkan.

Pameran “SINAPSIS”  ini awalnya direncanakan sebagai pameran yang berbentuk instalasi. Akan tetapi adanya wabah COVID-19 membuat para seniman sangat kecewa tidak dapat menunjukkan  karyanya. Hal ini  tidak menghentikan mereka. Dengan berbekal kreativitas, keempat seniman itu mengubah rencananya menjadi menggunakan media web yang sekarang hasilnya dapat dinikmati tanpa kehilangan esensi dari sebuah pameran. Pada pameran ini terdapat 3 bagian yang dapat dikunjungi yaitu artworks , visual journey, dan artist talk.

Bagian artworks berisikan karya-karya dari 4 seniman di atas. Karya pertama yang saya lihat adalah Peranti karya Reza Amalia. Peranti disajikan dengan dua cara yang berbeda. Pertama dengan gambar tiga dimensi yang dapat membuat orang bertanya-tanya. Bagian ini bagi saya memiliki banyak arti di dalamnya yang selama ini tidak pernah diungkapkan dalam perasaan kita. Gambar tiga dimensi ini berupa kain yang bertuliskan kalimat dan terdapat lukisan didalamnya. Untuk menikmati karyanya dan melihat lebih detail bagaimana tulisan dan lukisannya diberikan fitur zoom yang nantinya membawa ke display gambar yang berbeda. Fitur zoom ini berbeda dengan zoom pada umumnya. Saat mengklik zoom otomatis scroll ke bagian bawah tiap karyanya. Di dalam karya ini juga dilengkapi suara-suara yang mendukung karyanya. Suara ini membuat karya nya lebih real, membuat bertanya – tanya, dan terasa misterius. Setelah itu ada kolom submit “Apa yang ada di benakmu saat atau setelah melihat, mendengar, dan merasakan visualisasi Peranti ?”. Dengan disediakannya kolom ini seniman bisa mengetahui apakah pengunjung bisa mengetahui apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh seniman itu sendiri, dan apakah pesan yang tersirat juga dapat diketahui oleh pengunjung. 

“Sebuah karya yang mengangkat bagaimana manusia yang selalu mengkomposisikan kata-kata, tidak hanya sebatas menggambarkan siapa dirinya, melainkan ada sesuatu di balik semua itu”

Cara untuk menikmati Peranti yang kedua, Rompyok, berbentuk buku yang berisikan kata kata dan gambar yang membuat kita terus bertanya-tanya. Menurut saya dengan cara pertama,karya tiga dimensi, lebih menarik daripada rompyo karena di karya tiga dimensi saya bisa lebih merasakan feel nya dengan tambahan musik atau suara yang mendukung dan  berbagai  display yang berbeda membuat lebih menarik. Sedangkan di Rompyok ini hanya disajikan dengan buku yang berisi kata kata dan gambar yang membuat saya cukup jenuh untuk menikmatinya sampai halaman terakhir.

Karya selanjutnya adalah Tea Party karya Zaizafun Alya G. yang disajikan dengan banyak sekali kejutan yang tidak pernah terbayangkan dan mengajak kita untuk berpetualang di dalam instalasi karyanya. Untuk melihat semua karya nya banyak sekali klik dan scroll yang membuat lelah dan lumayan jenuh, tetapi di sisi lain kita juga diajak berpetualang sehingga karya ini terkesan seru. Alya mengungkit unsur humanisme dan kesadaran individualisme sifat manusia yang dikelilingi oleh budaya, perilaku, dan tradisi. Di bagian akhir karya ini ada beberapa tea pot yang saat dilewati didalamnya ada kalimat, bagi saya itu bisa membuat saya lebih paham dengan karya nya.

Selanjutnya, ada karya Andina F. Zahra yang membahas masalah feminisme dan perempuan dijelaskan dengan cara interaktif . Karyanya ini membuat pengunjung merasa ada pada bagian karya nya. Walaupun lebih dominan tulisan di dalamnya, tetapi  Andina membuat kalimat dengan sangat ringkas dan sangat interaktif yang dapat membuat pengunjung bisa ada pada bagian karyanya. Karya ini juga disajikan dalam bentuk podcast yang disertai dengan transcript dalam bahasa inggris.

Terakhir, karya Gevanny F. Putri dengan cat akrilik diatas kanvas menunjukan usaha yang akhirnya menghasilkan suatu hal yang indah. Karyanya di jelaskan dengan banyak sudut pandang yang berbeda. Karya milik Gevanny ini merupakan usaha yang ditunjukkan melalui banyak persepsi dan membuat saya dapat mengetahui sebenarnya dibalik usaha ada banyak yang dipikirkan dan tidak mudah untuk mencapai hasil yang indah tanpa usaha. 

Setelah karya-karya seniman pada bagian ada bagian Artworks, ada bagian Artist Talk yang disajikan untuk pengunjung yang ingin mendengar lebih dalam tentang pameran melalui Spotify, Soundcloud, dan Youtube. Di pameran ini juga pengunjung diberi kesempatan untuk bertanya tentang karya-karya di SINAPSIS melalui laman submit.

Selanjutnya pada bagian Visual Journey, mereka menceritakan bagaimana proses membuat Artwork dari plan awan instalasi offline hingga adanya wabah yang mengharuskan mereka merevisi semua ke plan pameran virtual.

Salah satu karya Gevanny F.Putri 

“Puzzle adalah gambaran bagaimana cara pikir sang seniman bekerja – selalu ingin menyempurnakan”

Salah satu bentuk usaha untuk kembali berkarya dan kilas balik setiap percobaan yang tertulis di  Visual Journey menunjukkan bahwa dengan usaha kita bisa mendapatkan hasil yang indah dan dapat dinikmati.

Menghasilkan suatu karya yang bisa membuat penikmat merasa ada di bagian karya itu tidaklah mudah, membuat berpikir dan bertanya akan suatu karya bukan lah hal mudah. Apalagi dengan keadaan yang benar benar tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Keempat seniman ini berhasil membuat pengunjung berpikir, bertanya, dan menjadi bagian dari karya nya dengan usaha dan kreativitas.

Ditulis oleh Maria Evelyn

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *