Testimoni Eksibisi #1 : Pameran Buku Foto di Goethe – Bercakap dengan Kak Zul (3)

Sebenarnya banyak sekali ilmu yang bisa didapatkan dari mengikuti kegiatan review buku di goethe, namun karena terlambat datang, jadi ini ada secuplik percakapan bersama Zulfikar Iqbal dan Mayang juga Eca. Kak Zul ini membagikan salah satu buku foto project miliknya yang berjudul City of Illusion. Setelah selesai sesi review, saya menghampiri sang pembuat buku untuk menanyakan beberapa hal.

J (saya) : Pada City of Illusion ini, aku lihat beberapa fotonya itu nggakk kelihatan itu foto apa, emang tujuannya begitu apa ada maksud lain?

Z (Kak Zul) : Jadi awalnya tuh, buku foto ini niatnya nggak begitu. Konsep awalnya tuh seperti karya gue yang kedua. Tapi waktu itu gue ikut ginian (lokakarya) juga, nah dibilangin sama pembimbingnya yang dari Jerman supaya konsep City of Illusion sekalian saja dibuat ilusi juga! ‘Kan buku foto yang itu dibikin A3 biar kelihatan, tapi kalau cara menginterpertasikannya itu gue serahkan sepenuhnya ke pembaca, bebas banget. Ada yang ketika membacanya sampai dibalik-balik, dijauhin, diputer-puter gitu deh hahaha.

E (Eca) : Kalau (warna) fotonya kenapa dibuat black and white semua?

Z : Wah pertanyaan bagus! Kalau alasan kenapa gue ambil B/W soalnya kalau B/W itu emosinya lebih terasa gitu. Ketika fotonya berwarna, gue liatnya kurang puas, seperti ada sesuatu yang kurang.

M (Mayang) : Kenapa buku yang ini banyak refleksinya, Kak?

Z : Memang sedang tertarik aja sih sama refleksi. Haha. Kalau kalian perhatikan, pada buku ini ada macam-macam refleksi. ada yang air becekan, ada yang kaca, dll.

(Barulah kami bertiga menyadari, kemudian terus membalik-balikkan buku tersebut)

Z : Oh iya, ini ada buku foto kedua gue meski belum di-publish. Masih rancangannya aja. Nah, buku ini (sebenarnya) konsep awal gue buat City of Illusion. Boleh kalau mau dilihat.

(Ia sambil memberikan buku foto berjudul Jakarta Artistik. Kami dibuat tercengang denga nisi buku foto tersebut. Bahkan ramai sendiri mengomentari foto-fotonya)

J  : Wah, yang ini keren banget! Bisa gitu ya, 2 foto yang digabung dan jadi 1 foto baru yang pas gitu. Kerasa maknanya dalem banget !

Z : Tapi untuk memilih foto-foto ini dari ribuan foto, dikurasi, terus digabungin, ternyata cuma (dapat) sedikit, sekitar 20 foto. Ini juga banyak dari foto-foto gue yang lama.

J  : Kalau distribusi dan hasil akhirnya nanti akan seperti apa, Kak?

Z : Kalau cover kemungkinan akan seperti ini. Tapi warna dan desain isinya masih belum tahu. Gue ingin ada yang unik dari buku foto gue, makanya gue pingin mengkreasikan desainnya, kemungkinan packaging-nya akan menggunakan karet seperti ini doang sih.

J : Kak, fotonya kok bisa bagus-bagus sih? Maksudnya momennya bisa dapat banyak yang bagus dan nggakk biasa.

Z : Haha. Kalau itu sih, gue ya memang baru pemula nyetreet 6 tahun lalu. (Sekarang sih) kalau kebetulan lihat (momen), terus merasa ingin foto, ya jepret aja !

J : Waduh, Kakak 6 tahun dibilang pemula, kita apa, Kak? Hahaha.

Z : Ah itu sih nggak masalah. Yang penting tetap semangat dan berlatih. Terus eksplor dan cari-cari hal yang beda. Supaya menarik mungkin bisa ngejepret sesuatu yang memang (jadi) interest kalian. Mungkin kalau gue seneng nyetreet, kalian sukanya apa. ‘Kan beda-beda.

J : Wah mantap! Makasih banyak ya, Kak ilmunya! Hehe. Semoga bukunya bisa cepat jadi dan di-publish !

Z : Wah, makasi juga ya! Pokoknya tetap semangat aja buat berkarya. Ok ?

-Alya “Jahe” Thallafadhila L

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *