Pembacaan Buku Foto: Picture of My Life

Oleh Dhiya Ilham T.

Every Cloud has a Silver Lining

1

 

Buku foto ini berjudul The Picture of My Life. Isinya menceritakan perjalanan hidupku seorang warga Jepang, Junpei Ueda, yang telah melewati banyak sukacita juga hambatan. Seperti dapat dilihat pada gambar di samping, Aku bersama keluarga yang berjumlah total empat orang. Betapa harmonisnya.

 

2

 

Gambar di samping merupakan ayah dan ibuku saat hari pernikahan mereka.

3

 

Satu lagi mengenai momen-momen bahagia bersama keluargaku.

 

4

 

Ada suatu ketika, aku sedang berlibur di Thailand. Menikmati pantai dan suasana tenang yang diberikan oleh negara ini. Kalian bisa melihat bagaimana kumenikmatinya.

5

6

 

Tetiba ada sebuah telepon masuk. A bad news one. Ada suara kakakku menyuruhku untuk pulang ke Jepang. Kutanyai ada apa, dia tetap bersikukuh untuk membuatku pulang cepat. Kurasa ada hal yang salah telah terjadi. Dalam hatiku bagaikan ada badai besar beserta petir-petirnya.

7

 

 

Saat seperti ini, sempat teringatku kepada ibu. Betapa anggun dan cantiknya ia. Bisa bergaya di depan kamera.

 

8

 

Betapa sedihnya aku dan kakakku, bersedih karena telah berpulangnya ibuku dan berada di sisi Tuhan. Semua yang ia lalui sukar untuk dijelaskan.

 

9

 

Sekarang duniaku terasa menjadi gelap. Tidak ada lagi hijau di antara pepohonan.

 

10

 

Kumerasa sangat terpuruk. Terlebih kuberada di rumah dan tetap tak ada ibu di dalamnya. Lukisan inilah yang menggambarkan isi hatiku kini.

11

12

Kucoba untuk ke atas rumah dan melihat keadaan di luar. Masih gelap pekat. Tampak pada semua langit tidak ada bintang yang menyertainya. Apakah itu berarti tak ada asa dan harapan lagi?13

 

 

 

 

14

 

Beberapa kenangan bersama ibu. Such a wonderful life. I didn’t even realize how momentous my life with mom back then.16

15

17

Begitu berbeda ketika ibu tak ada di rumah. Semua menjadi kelam, bahkan satu ruang yang sama pada waktu yang berbeda.

18

19

 

Aku melihat hal yang baru pada keesokan harinya. Cahaya mulai muncul dan memanjakan kulitku yang tak terjamah sinar mentari bertempo-tempo lalu.

 

Beberapa momen yang terabadikan, yang membuktikan dan membuatku percaya bahwa cinta sejati itu memang ada. Itulah kedua orangtuaku. Banyak foto indah dihimpun dalam album yang tadinya kosong tak berisi, yang mulai diisi oleh ayahku pasca semeninggalnya cinta sejatinya. Buku album itu ia beri judul ‘Memories’.

24

25

 

Kenangan ketika mereka berdua masih muda.

 

 

 

 

26

Satu kenangan termanis, yaitu kenangan yang tak kuingat. Betapa bahagianya ibuku terlihat dari senyumannya yang ikhlas nan tulus itu.

 

27

 

Ibuku serasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia karena telah memiliki bayi yang bisa ia jaga dengan dekapan hangatnya. Juga berharap takkan pernah berpisah.

28

 

Lukisan di samping adalah hasil karya ayahku untuk ibuku.

 

 

 

2930

 

Sejak lama memang sudah romantis32 saja mereka berdua.

 

 

 

 

31

Seperti kata pepatah, cinta sejati tak akan pernah mati. Itulah yang terjadi pada kedua orangtuaku. Mereka berdua saling mencintai dan hal itu tak hilang sampai mereka menua, bahkan hingga di akhir hayat.

 

Ayah, ibu. Coba lihat anakmu ini. Aku sudah berkeluarga sekarang. Istriku bernama Kaori Ishihara, ia wanita yang cantik seperti dirimu kala itu, ibu. Dan akupun punya bayi, ia bernama Maaya. Kalian tahu? Aku senang bisa tetap hidup. Terima kasih telah membawaku ke dunia ini, ayah dan ibu. – Junpei Ueda.

34

 

 

33

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *