Review Seri Foto: Two Sides of the Same Coin

Oleh Amadea Cintantya

Two Sides of The Same Coin
by Jasmeen Shaqueita

Kudeta Mag, kudetamag.com/blog/2020/9/12/two-sides-of-the-same-coin, diakses pada 20 Oktober 2020.

Based in Jakarta, Indonesia and Atlanta, Georgia – Jasmeen Shaqueita is an aspiring film producer and screenwriter that also practices photography. Her goal is to tell stories of life through different mediums.

A caption-less photo series?

Tanpa caption dan tidak diberi keterangan apapun, seri foto ini menggugah dalam berbagai aspek dan cukup membuat pembaca menerka-nerka maknanya. Sekilas terlihat seperti photos of everyday life and everyday objects milik dua orang – kamar, kasur, handphone, piring makanan; namun seperti terdapat dua kehidupan berbeda pula.

Dari judulnya “Two Sides of the Same Coin,” fotografer Jasmeen Shaqueita seperti berusaha mengimplikasikan bahwa terdapat masalah atau situasi yang pada pandangan pertama mungkin tampak tidak berhubungan, tetapi sebenarnya saling berkorelasi.

Kamu Bertanya, Aku Menjawab

Hal ini ditunjukkan dari dua kehidupan yang saling kontras antara seorang laki-laki dan perempuan yang seakan-akan bersifat tanya dan jawab. Tiap dua foto terlihat saling berhubungan; misalnya dengan handphone yang jatuh (foto dua) dan diberikan selotip (foto tiga), lelaki yang memasuki atau keluar dari kamar (foto empat) dan dari sudut pandangnya terlihat tokoh perempuan yang sedang duduk (foto lima), dan seterusnya. Foto seri ini seperti percakapan tanpa dialog yang bebas untuk diinterpretasikan oleh para pembacanya. Sekilas, foto seri ini dapat juga terlihat sebagai salah satu karya atau pengalaman berkarya fotografer Jasmeen Shaqueita sebagai screenwriter, di mana sebuah scene ingin ditunjukkan dan diwujudkan secara visual tanpa adanya narasi dari penulisnya (show, not tell).

Penggunaan Warna dan Layout Karya

Salah satu aspek yang membuat foto seri ini menarik adalah penggunaan color palette yang membuat kedua kehidupan terlihat jelas berbeda satu dengan yang lain. Selain menambahkan nilai estetika pada mood seri ini, penggunaan tone warna dingin untuk menunjukkan kehidupan tokoh perempuan, dan penggunaan tone warna hangat untuk menunjukkan kehidupan tokoh laki-laki.
Sebuah detail yang menarik perhatian juga adalah layouting pada series ini. Bila dilihat secara keseluruhan pada situs KudetaMag, series ini dilayout seperti menggunakan teknik scanography karena adanya tekstur kertas yang saling bertumpukan. Hal ini menguatkan tema bahwa seri ini berusaha untuk mevisualisasikan dua kehidupan yang pernah saling berhubungan tapi terpisahkan seiring dengan berjalannya waktu.

What are the two sides of the same coin?

“Two sides of the same coin; you can’t have one without the other, that’s just the way it is.” Secara keseluruhan, penulis berpendapat bahwa fotografer berhasil menangkap momen dualitas di antara kehidupan yang serupa tapi tak sama. Definisi lain dari frasa two sides of the same coin juga mengartikan bahwa suatu situasi bisa dipandang dari dua (atau lebih) perspektif yang berbeda.

Fotografer mengakhiri foto series secara open-ended dan bebas interpretasi; berwarna ungu seakan-akan ditunjukkan bahwa tercipta keharmonisan di antara perbedaan mereka, namun saling membelakangi satu dengan yang lain.

Secara keseluruhan, penulis sangat tertarik dengan karya foto ini, namun satu-satunya harapan penulis terhadap foto seri ini adalah pemberian caption yang akan sangat membantu untuk mempelajari alur berpikir, makna dari simbol dan objek yang digunakan oleh fotografer, dan kejadian yang menginspirasi pembuatan karya ini. Akhir kata, karya Jasmeen Shaqueita ini mengajarkan bahwa ada kekuatan dalam variasi warna dan bahwa selalu ada dua (atau lebih) sisi dari sebuah cerita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *